Rabu, 20 Agustus 2014

Berhijablah untuk Cari Ridho-NYa, bukan ikut Tren

Berhijablah untuk Cari Ridho-NYa, bukan ikut Tren

Istilah hijabers sudah tak asing lagi di Indonesia. Begitu juga dengan pemberitaan pemberitaan mengenai jilbab. Mulai pemberitaan tokoh- tokoh publik yang memutuskan untuk berhijab sampai talkshow jilbab yang kian menjamur di berbagai daerah. Memasuki awal tahun 2014 banyak media yang semakin marak memperkenalkan para desainer-desainer baru dalam dunia mode busana muslim wanita. Tahun ini bahkan akan diadakan “Indonesia Fashion Week ” di Jakarta yang akan menampilkan koleksi dan memperkenalkan desainer terbaru jilbab atau hijab. Fenomena ini akan semakin mengukuhkan Indonesia sebagai kiblat fashion Muslim dunia.

Belajar Sedekah dari Lebah



Belajar Sedekah dari Lebah

LEBAH yang merupakan salah satu Mahluk terindah dan sempurna yang diciptakan Allah ternyata banyak mengandung kikmah yang bisa kita pelajari.

وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتاً وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah untuk menjadikan gunung, pepohonan, dan tempat tinggal sebagai tempat bersarang.” (QS. an-Nahl [16]:68)

Sabtu, 03 Mei 2014

AWAS !! JANGAN DEKATI ZINA !!

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا   
“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)

AWAS !! JANGAN DEKATI ZINA !!
Penjelasan makna ayat
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا
Dan janganlah kalian mendekati zina.
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini: “Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam rangka melarang hamba-hamba-Nya dari perbuatan zina dan larangan mendekatinya, yaitu larangan mendekati sebab-sebab dan pendorong-pendorongnya.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55)

Kamis, 01 Mei 2014

Luasnya Rahmat dan Ampunan Allah (renungan kisah pembunuh 100 jiwa)

Sebesar dan sebanyak apapun dosa yang dilakukan oleh manusia, kalau dia mau bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya, maka pasti Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengampuninya.
Luasnya Rahmat dan Ampunan Allah (renungan kisah pembunuh 100 jiwa)

Hal inilah yang tercermin dalam sebuah kisah yang pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, sebagaimana dalam sebuah hadits (yang artinya):
“Pada zaman sebelum kalian, ada seorang laki-laki yang telah membunuh 99 orang. Kemudian dia bertanya, siapa penduduk negeri ini yang paling berilmu, maka ditunjukkanlah kepada seorang rahib (pendeta), sehingga orang tadi pun mendatanginya dan menceritakan bahwa dirinya telah membunuh 99 orang, apakah ada pintu taubat baginya? Ternyata si rahib tadi menjawab, “Tidak.” Maka rahib itu pun dibunuh juga sehingga genaplah 100 orang yang telah dia bunuh.

Rabu, 30 April 2014

Malu mu juga Iman mu

Malu mu juga Iman mu
Para pembaca yang berbahagia, di antara fitrah manusia adalah mendambakan figur atau sosok teladan yang akan mereka contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Fenomena yang demikian sangat jelas terlihat pada kawula muda. Karena masa-masa mereka adalah masa mencari jati diri. Namun sangat disayangkan, kebanyakan mereka salah dalam memilih figur yang akan mereka tiru. Karena figur yang mereka pilih sangat jauh dari tuntunan agama. Hal itu tidak adanya kemampuan pada mereka dalam memilih figur yang sesuai dengan tuntunan agama. Atau dengan kata lain, tidak memiliki filter untuk memilih figur yang tepat. Selaku umat Islam, tentu figur utama kita adalah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Selasa, 22 April 2014

Jenguklah saudaramu yang sedang sakit

Para pembaca rahimakumullah, Islam sebagai agama yang sempurna senantiasa memperhatikan segala hal yang mendatangkan kebaikan bagi manusia. Satu hal yang telah diatur dan dibimbingkan oleh agama kita adalah menjenguk saudara kita ketika jatuh sakit. Begitu pentingnya permasalahan ini hingga dibakukan dalam Islam sebagai salah satu hak muslim atas muslim yang lain, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Jenguklah saudaramu yang sedang sakit

Salah satunya adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قِيلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللهِ؟، قَالَ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَشَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ
“Hak seorang muslim atas muslim yang lainnya ada enam.” Kemudian ditanyakan, “Apa saja itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Jika bertemu ucapkanlah salam, jika diundang maka penuhilah, jika dimintai nasehat maka berilah nasehat, jika bersin lalu memuji Allah maka doakanlah, jika sakit maka jenguklah dan jika meninggal maka ikutilah penguburannya.” HR. Muslim no 2162

Sederhana itu Allah lebih suka

Kita memang bukan Umar, Ali, maupun Abu Bakar. Tetapi pantaslah berkaca kepadanya
Sederhana itu Allah lebih suka

SELAIN sebagai negarawan yang cakap, Umar bin Khattab juga dikenal sebagai seorang yang zuhud. Keberhasilannya dalam mengantarkan rakyat dan bangsanya memasuki gerbang kehidupan yang lebih baik, tidak mengubah sikap dan pola hidupnya. Ia tetap Umar yang dulu, yang sederhana dan bersahaja.
Pada masa Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) ummat Islam hidup selalu pas-pasan, jika tidak boleh disebut berkekurangan. Bagaimana tidak, sedang negara Madinah, yang baru saja dimerdekakan harus menghadapi berbagai berbagai rongrongan musuh yang tidak senang akan kejayaan Islam. Oleh karenanya wajar jika pembangunan fisik, kurang mendapatkan sentuhan, bahkan nyaris tidak terurus.

Senin, 21 April 2014

‘Umar bin al-Khaththab

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Aku masuk ke dalam Jannah, tiba-tiba aku melihat sebuah istana dari emas. Maka aku bertanya, “Milik siapakah istana ini?” Mereka menjawab, “Milik seorang pemuda.” Maka aku menyangka bahwa akulah yang dimaksud. Maka aku kembali bertanya, “Siapakah dia?” Mereka menjawab, “Umar bin al-Khaththab.” (HR. At Tirmidzi, shahih)

‘Umar bin al-Khaththab
Nama, Kelahiran dan Sifat Beliau
Nama beliau adalah ‘Umar bin al-Khaththab bin Nufail bin Abdil ‘Uzza bin Riyah bin Abdillah bin Qurth bin Razah bin ‘Adi bin Ka’b bin Lu’ay al-Qurasyi al-’Adawi. Kunyah beliau adalah Abu Hafsh atau Abu Abdillah.

Beliau diberi gelar oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan al-Faruq (pembeda) karena setelah beliau masuk Islam, beliau mengumumkannya secara terang-terangan sementara yang lain menyembunyikan keislaman mereka. Maka sejak saat itu terbedakan antara kebenaran dan kebatilan.

Minggu, 20 April 2014

Nasihat berharga Rasulullah

“Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, “Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada. Iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan yang baik, niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskannya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang mulia.” (HR. at-Tirmidzi, dia berkata, “Hadits ini hasan shahih.” Dihasankan pula oleh asy-Syaikh al-Albani)

        …Wahai saudaraku, semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati kita semua

Nasihat berharga Rasulullah
        Pesan-pesan mulia dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini, awalnya ditujukan kepada sahabat Abu Dzar Jundub bin Junadah al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu. Walaupun demikian, sebenarnya juga diperuntukkan bagi seluruh umatnya. Beliau adalah seorang sahabat yang terkenal dengan kezuhudan dan keilmuannya.

Jumat, 18 April 2014

Indahnya sholat berjama'ah

Indahnya sholat berjama'ah
Para pembaca rahimakumulloh, shalat lima waktu merupakan salah satu syi’ar Islam yang sangat agung lagi mulia. Bahkan termasuk salah satu rukun dari rukun Islam yang lima. Begitu tinggi kedudukan shalat dalam Islam sehingga ketika Allah ‘azza wa jalla menurunkan perintah shalat tidak sebagaimana ibadah-ibadah yang lainnya. Turunnya perintah shalat lima waktu tidak melalui perantara malaikat Jibril ‘alaihis salaam, akan tetapi disampaikan secara langsung kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam di Sidratil Muntaha dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Semua ini menunjukkan tingginya kedudukan shalat lima waktu dalam Islam.

Kamis, 17 April 2014

Menjaga Pandangan

Menjaga Pandangan
Sungguh melimpah ruah karunia dan  nikmat dari Allah subhaanahu wa ta’aalaa bagi manusia, baik nikmat lahir maupun batin, yang agung hingga yang paling kecil. Meskipun demikian, nikmat tidak selamanya akan menghantarkan kepada nikmat berikutnya, tak selamanya pula akan melanggengkan eksistensinya pada diri seorang insan, semua itu terpulang kepada manusia dalam merespon nikmat tersebut. Boleh jadi dengan nikmat itu ia akan meraih nikmat berikutnya, dan boleh jadi pula justru nikmat tersebut akan membawa kepada dosa dan nista yang berujung sengsara. Na’udzubillahi min dzalik.

Selasa, 15 April 2014

Beribadah Hanya kepada Allah

Wahai Saudaraku, Beribadahlah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala tidak kepada yang Lain

Beribadah Hanya kepada Allah
Beribadah Hanya kepada Allah
Kalimat Tauhid لاَ إِلهَ إلاَّ الله merupakan kalimat yang didakwahkan pertama kali oleh para rasul kepada umat mereka. Semenjak rasul pertama hingga rasul terakhir dakwah mereka sama, yaitu mengajak umat beribadah hanya kepada Allah satu-satunya, dan meninggalkan segala peribadahan kepada selain Allah.

Allah ‘azza wa jalla berfirman:
“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘Beribadahlah kepada Allah (saja), dan jauhilah Thaghut.” (An-Nahl: 36)